Rabu, September 24

Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernafasan

Alat- alat pernapasan merupakan organ- organ tubuh yang sangat penting. Jika alat- alat ini terganggu karena penyakit atau kelainan maka proses pernapasan akan terganggu, bahkan dapat menyebabkan kematian.
Berikut akan diuraikan beberapa macam gangguan yang umum terjadi pada saluran pernapasan manusia.

 Influenza (Flu )
Penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Gejala yang ditimbulkan antara lain pilek, hidung tersumbat, bersin- bersin, dan tenggorokan terasa gatal.
 Asma (Sesak napas )
Merupakan suatu penyakit penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan alergi terhadap rambut, bulu, debu, atau tekanan psikologis. Asma bersifat menurun.
 Tuberkulosis (TBC )
Penyakit paru- paru yang diakibatkan serangan bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Difusi oksigen akan terganggu karena adanya bintil- bintil atau peradangan pada dinding alveolus. Jika bagian paru- paru yang diserang meluas, sel- selnya mati dan paru- paru mengecil. Akibatnya napas penderita terengah- engah.
 Macam- macam peradangan pada system pernapasan manusia:
a. Rinitis, radang pada rongga hidung akibat infeksi oleh
Virus, misalnya virus influenza. Rinitis juga dapat terjadi karena reaksi terhadap perubahan cuaca, serbuk sari, dan debu. Produksi lendir (ingus) meningkat.
b. Faringingitis, radang pada faring akibat infeksi oleh bakteri Streptococcus. Tenggorokan sakit dan tampak berwarna merah. Penderita hendaknya istirahat dan diberi antibiotic.
c. Laringitis, radang pada laring. Penderita serak atau kehilangan suara. Penyebabnya antara lain karena infeksi, terlalu banyak merokok, minum alcohol, atau banyak bicara.
d. Bronkitis, radang pada cabang batang tenggorokan akibat infeksi. Penderita mengalami demam, menghasilkan banyak lendir yang menyumbat batang tenggorokan sehingga penderita sesak napas.
e. Sinusitis, radang pada sinus. Sinus letaknya di daerah pipi di kiri dan kanan batang hidung, biasanya di dalam sinus terkumpul nanah yang harus dibuang melalui operasi.
 Asfiksi
Adalah gangguan pernapasan pada waktu pengangkutan oksigen yang disebabkan oleh : tenggelam (akibatnya terisi air), pneumonia (akibatnya alveolus terisi lendir dan cairan limfa), keracunan CO atau HCN, atau gangguan sitokrom (enzim pernapasan).
 Asidosis
Adalah kenaikan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah, sehingga pernapasan terganggu.
 Difteri
Adalah penyumbatan pada rongga faring maupun laring oleh lendir yang dihasilkan oleh kuman difteri.
 Emfisema
Adalah penyakit pembengkakan paru-paru karena pembuluh darahnya kemasukan udara.
 Pneumonia
Adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri pada alveolus yang menyebabkan terjadinya radang paru-paru.
 Wajah adenoid (kesan wajah bodoh)
Disebabkan adanya penyempitan saluran napas karena pembengkakan kelenjar limfa atau polip, pembengkakan ditekak atau amandel.
 Kanker paru-paru
Mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru. Kanker paru-paru dapat menjalar keseluruh tubuh. Kanker paru-paru sangat berhubungan dengan kebiasaan merokok (75% penderita adalah perokok). Perokok pasif juga dapat terkena kanker paru-paru. Penyebab lain adalah penderita menghirup debu asbes kromium, produk petroleum, dan radiasi ionisasi.

Pengaruh Rokok Terhadap
Kesehatan
Penyakit Akibat Merokok
Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran pernapasan dan jaringan paru- paru. Misalnya, sel mukosa membesar (disebuthipetrofi ) dan kelenjar mucus bertambah banyak (disebuthiperplasia ).
Akibat perubahan anatomi saluran pernapasan akan timbul perubahan fungsi paru- paru. Merokok merupakan penyebab utama timbulnya penyakit obstruksi paru menahun (POPM ), termasuk emfisema (pembengkakan paru- paru ), bronkitiskronis, dan asma.
Selain menimbulkan penyakit dan gangguan pada system pernapasan manusia, merokok dapat menyebabkan gangguan dan penyakit yang lain. Gangguan dan penyakit tersebut antara lain sebagai berikut :
 Jantung Koroner
Merokok dapat menjadi faktor utama penyebab penyakit pembuluh darah jantung koroner. Merokok juga berakibat buruk bagi pembuluh darah otak dan pembuluh darah perifer.
 Stroke
Penyumbatan pembuluh darah otak yang bersifat mendadak sehingga pecah (stroke ) banyak dikaitkan dengan merokok. Resiko stoke dan resiko kematian lebih tinggi pada perokok dibandingkan bukan perokok.
 Memudahkan terjangkit AIDS
Pada kelompok perokok, AIDS timbul rata- rata dalam 8, 17 bulan, sedangkan pada kelompok bukan perokok timbul setelah 14, 5 bulan. Ternyata merokok dapat menurunkan kekebalan tubuh sehingga lebih mudah terkena AIDS.
 Gangguan Fisiologis
Selain menyebabkan ketagihan, nikotin juga merangsang pelepasan adrenalin, meningkatkan frekuensi denyut jantung, tekanan darah, kebutuhan oksigen jantung.

Read More......

Sistem Perekonomian Indonesia

A. Sistem Ekonomi
Yang dimaksud dengan sistem ekonomi adalah cara suatu bangsa atau Negara dalam menjalankan perekonomiannya.
Secara umum sistem ekonomi dapat dibagi dalam empat macam sistem, yaitu:
 Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem yang bertujuan memenuhi kebutuhan minimal

 Sistem Ekonomi Terpusat
Suatu sistem ekonomi dimana seluruh sumber daya dan pengolahannya direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah
 Sistem Ekonomi Liberal
Sistem ekonomi dimana pengelolaan ekonomi diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran)
 Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi yang berusaha mengurangi kelemahan- kelemahan yang timbul dalam sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar
B. Sistem Demokrasi Ekonomi
Sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah sistem ekonomi Pancasila atau sistem demokrasi ekonomi. Demokrasi ekonomi berarti bahwa kegiatan ekonomi dilakukan dari, oleh dan untuk rakyat dibawah pengawasan pemerintah hasil pemilihan rakyat.
Menurut Tap MPR No. II/MPR/1993 tentang GBHN, walaupun demokrasi ekonomi di Indonesia memiliki banyak ciri positif namun dalam pelaksanaannya harus mengandung ciri- ciri negative berikut ini:
 Sistem Free Fight Liberalism, yaitu kebebasan dapat menimbulkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain.
 Sistem Etatisme, yaitu keadaan dimana pemerintah bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi sector- setor ekonomi.
 Monopoli, yaitu pemusatan ekonomi pada suatu kelompok tertentu yang merugikan masyarakat.
C. Peran Pemerintah dalam Sistem Demokrasi Ekonomi Indonesia
 Pemerintah sebagai pelaku ekonomi
- Kegiatan Produksi
- Kegiatan Distribusi
- Kegiatan Konsumsi
 Pemerintah sebagai Pengatur
- Kebijakan Moneter
Kebijakan Diskonto, Politik Pasar Terbuka (Open Market Operation), Kebijakan cadangan kas (Cash Ratio), Kebijakan Kredit.
- Kebijakan Fisikal
Aspek Kuantitatif dan Aspek Kualitatif
D. Pelaku Utama dalam Sistem Demokrasi Ekonomi Indonesia
 BUMN/ BUMD
Kebaikannya:
- Organisasi BUMN disusun secara mantap
- Memiliki kekuatan hokum yang kuat
- Permodalan yang pasti yang dialokasikan dari dana pemerintahan
- Mengutamakan pelayanan umum
Keburukannya:
- Organisasi sangat kaku dan sangat birokrasi
- Pengambilan kebijaksanaan sangat lambat karena dibawah komando atasan
- BUMN banyak yang rugi
 Koperasi
Kebaikannya:
- Dalam Koperasi tidak ada majikan dan buruh yang memiliki kepentingan yang berlawanan
- Diantara anggota dan pengurus bekerja dan bertanggung jawab bersama- sama
- Kekuatannya mengakar dan menyebar sehingga dapat menjadi organisasi yang kuat
- Mengutamakan pemenuhan kebutuhan hidup bersama disamping mencari keuntungan
Keburukannya:
- Bimbingan pemerintah membuat Koperasi kehilangan jati diri
- Kualitas sumber daya manusia sangat rendah
- Permodalannya yang terbatas
 BUMS
Kebaikannya:
- Meningkatkan pendapatan dan devisa Negara
- Menambah Lapangan Kerja
- Mempermudah kegiatan ekspor dan impor
- Meningkatkan standar keahlian dan ahli teknologi
- Merangsang system pendidikan dan latihan kerja
Keburukannya:
- Berkurangnya pendapatan Negara karena keringanan pajak
- Berkurangnya devisa Negara karena keringanan bea masuk
- Mengalirnya devisa ke luar negri
- Menimbulkan ketegangan karena persaingan yang tidak sehat
- Adanya kemungkinan penyalahgunaan potensi sumber daya dan wewenang








Pajak

A. Pengertian Pajak
Pajak merupakan suatu kewajiban sekaligus bentuk pengabdian dan peran aktif warga Negara dalam rangka ikut serta melaksanakan pembangunan nasional.
Pajak mempunyai ciri- ciri sebagai berikut, yaitu:
- Iuran wajib yang dikenakan kepada masyarakat wajib pajak
- Iuran wajib yang ditetapkan dengan norma- norma atau ukuran hokum
- Digunakan untuk membiayai kepentingan umum/ bersama
- Bertujuan untuk meningkatkan kesehjatraan masyarakat
- Balas jasanya tidak diterima secara langsung
Selain pajak, pemerintah juga melakukan pungutan resmi yaitu Restribusi.
Perbedaan pajak dan restribusi:
Pajak
- Masyarakat tidak menerima balas jasa secara langsung atas pungutan yang dibayarnya
- Pemungutannya dapat dipaksakan dan bagi mereka yang tidak membayar pajak dikenakan sanksi hokum yang berlaku
- Setiap warga Negara sesuai ketetapan peraturan merupakan objek pajak
- Dipungut oleh pemerintah pusat
Restribusi
- Masyarakat menerima balas jasa secara langsung atas pungutan yang dibayarkannya
- Pemungutannya hanya dapat dipaksakan kepada mereka yang menggunakan fasilitas Negara
- Objek restribusi hanya mereka yang menggunakan fasilitas Negara
- Dipungut oleh pemerintahan daerah]
Selain Pajak dan Restribusi, pemerintah juga melakukan pungutan resmi lainnya yaitu dalam bentuk sumbangan. Sumbangan adalah pungutan resmi yang dilakukan pemerintah dimana imbalan jasanya dapat dinikmati atau mungkin juga tidak ada balasan jasanya.
B. Fungsi Pajak
- Sebagai sumber pendapatan Negara
- Sebagai alat pemerataan ekonomi
- Sebagai pengatur kegiatan ekonomi
- Sebagai alat stabilisasi perekonomian
C. Jenis Pajak
 Berdasarkan Pihak yang Menanggung
- Pajak Langsung
Pajak yang pembayarannya harus ditanggung sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan kepada pihak lain
- Pajak Tidak Langsung
Pajak yang pembayarannya dapat dialihkan kepada pihak lain
 Berdasarkan Pihak yang Memungut
- Pajak Negara
Pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat
- Pajak Daerah
Pajak yang dipungut oleh pemerintahan daerah
 Berdasarkan Sifatnya
- Pajak Subjektif
Pajak yang memperhatikan kondisi/ keadaan wajib pajak
- Pajak Objektif
Pajak yang berdasarkan pada objeknya tanpa memperhatikan kondisi wajib pajak
D. Unsur- unsur Pajak
 Subjek Pajak
Adalah orang atau badan yang menurut ketentuan wajib membayar pajak kepada Negara
 Objek Pajak
Adalah semua penghasilan yang benar- benar diterima atau diperoleh, baik dari kegiatan usaha maupun dari luar kegiatan usaha
 Tarif Pajak
Adalah dasar pengenaan besarnya pajak yang harus dibayar subjek pajak terhadap objek pajak yang menjadi tanggungannya.
Tarif pajak dapat dihitung dengan berbagai system, yaitu:
- Tarif Proporsional
Adalah tarif pajak yang presentasenya tetap/ sama untuk setiap jenis objek pajak
- Tarif Progresif
Adalah tariff pajak yang presentasenya semakin besar jika objek pajak bertambah
- Tarif Degresif
Adalah presentase tarif pajak yang semakin rendah jika objek pajak semakin bertambah
E. Pajak yang Ditanggung Keluarga Siswa
 Pajak Penghasilan (PPh)
- Pengertian pajak penghasilan
Adalah pajak yang dikenakan kepada subjek pajak untuk setiap objek yang diterimanya
- Dasar Pungutan Pajak Penghasilan
Berdasarkan pada Undang- Undang No. 17 Tahun 2000
- Subjek Pajak Penghasilan
Adalah orang atau badan yang dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Orang pribadi atau warisan yang belum terbagi
2. Badan, seperti Perseroan Terbatas (PT), CV, Firma, BUMN, BUMD, Perseroan, Persekutuan, Koperasi dan Yayasan
3. Bentuk Usaha Tetap (BUT)
- Objek Pajak Penghasilan
Adalah setiap penghasilan yang diterima oleh subjek pajak
- Penghasilan Kena Pajak (PKP)
Adalah penghasilan yang akan diperhitungkan besar pajaknya terlebih dahulu dikurangi dengan penghasilan tidak kena pajak (PTKP)
- Tarif Pajak
Merupakan presentase pajak yang harus dibayar berdasarkan lapisan penghasilan kena pajak
 Pajak Bumi dan Bangunan (PPB)
- Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan
Adalah pajak yang dikenakan kepada subjek pajak atas kepemilikan tanah beserta bangunan yang berdiri di atasnya
- Dasar Pemungutan PBB
Berdasarkan pada Undang- Undang No. 12 Tahun 1985 dan diubah dengan Undang- Undang No. 12 Tahun 1994
- Objek PBB
Adalah bumi dan bangunan.
- Subjek PBB
Adalah orang pribadi atau badan yang secara nyata mempunyai hak kepemiliakan atas tanah dan bangunan serta memperoleh manfaat dari bumi dan bangunan yang dimilikinya tersebut
- Ketentuan dalam Penghitungan PBB
1. Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT)
2. Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)

Read More......

BanK...,

Read More......

Sistem ekonomi

SISTEM EKONOMI TRADISIONAL
 Ciri- Ciri
1. Belum ada pembagian kerja
2. Pertukaran dengan system barter
3. Jenis kebutuhan ditentukan sesuai kebutuhan
4. Hubungan masyarakat bersifat kekeluargaan

5. Bertumpu pada sector agama
 Kebaikan
1. Setiap masyarakat termotivasi untuk menjadi produsen
2. Produksi tidak ditujukan untuk mencari keuntungan
3. Dengan system pertukaran barter, masyarakat cenderung bertindak jujur
 Keburukan
1. Tak ada kerja sama antar individu
2. Sulit mempertemukan kedua belah pihak yang saling membutuhkan
3. Jenis dan jumlah barang yang diproduksi tidak mencukupi kebutuhan
4. Sulit menetapkan ukuran dari barang yang ditukarkan


SISTEM EKONOMI BEBAS/ LIBERAL/ PASAR/ KAPITALIS
 Ciri- Ciri
1. Hak milik atas alat produksi berada di tangan perseorangan
2. Harga barang ditentukan oleh permintaan dan penawaran pasar
3. Adanya persaingan bebas
4. Tidak ada campur tangan pemerintah dalam perekonomian
5. Modal memegang peran penting

 Kebaikan
1. Dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas barang yang diproduksi
2. Terdorong untuk mengejar kemakmuran bagi dirinya sendiri
3. Setiap orang/ pengusaha termotivasi mencari keuntungan
4. Pemilihan sector usaha disesuaikan dengan kemampuan
 Keburukan
1. Menimbulkan persaingan tidak sehat
2. Terdapat kesenjangan kaya dan miskin
3. Menimbulkan monopoli
4. Terdaapat eksploitasi SDM
5. Pemanfatan SDA sering tidak memperhatikan kelestarian lingkungan


SISTEM EKONOMI YANG DIKENDALIKAN KOMANDO/ SOSIALIS/ TERPUSAT
 Ciri- Ciri
1. Perencanaan disusun oleh pemerintah pusat
2. Semua alat produksi dikuasai oleh Negara
3. Produksi, Distribusi, konsunsi disusun secara terpusat
4. Inisiatif dan hak milik orang dibatasi
 Kebaikan
1. Pemerintah bertanggung jawab dalam perekonomian

2. Relatif tidak ada jurang pemisah antara orang kaya dan miskin
3. Hasil produksi dapat dinikmati secara merata
4. Mudah melakukan pengendalian harga


 Keburukan
1. Hak milik perorangan sangat dibatasi dan rakyat kurang memiliki plihan
2. Potensi dan daya kreasi tidak berkembang
3. Tidak terdapat kebebasan individu


SISTEM EKONOMI CAMPURAN/ SOSIALIS
 Ciri- Ciri
1. Adanya campur tangan pemerintah dalm perekonomian
2. Pihak swasta ikut berperan dalam kegiatan perekonomian
 Kebaikan
1. Sektor ekonomi pemerintah swasta terpisah secara jelas
2. Fluktuasi harga dapat lebih terkendali
3. Hak milik perorangan diakui dan pemerintah mendorong
 Keburukan
1. Jika peran pemerintah mendominasi akan timbul etatisme
2. Jika peran swasta mendominasi, akan timbul monopoli yang merugikan masyarakat


SISTEM EKONOMI INDONESIA
Sistem ekonomi yang dianut Indonesia sebenarnya termasuk dalam system ekonomi campuran dimana yang memegang kekuasaan adalah pemerintah dan selebihnya dikuasai oleh swasta ataupun koperasi.
Sistem ekonomi ini dikenal dengan sebutan demokrasi ekonomi ataupun system ekonomi Pancasila. Dengan system ini kegiatan ekonomi Indonesia dilakukan oleh
a) Badan usaha yang berbentuk koperasi, baik koperasi primer, koperasi pusat, koperasi gabungan maupun induk
b) Badan usaha milik Negara, baik yang berbentuk Perum, Persero, badan usaha milik daerah (BUMD), badan hokum milik negara (BHMN), dan lain- lain
c) Badan usaha milik perorangan dan swasta, baik yang berbentuk perusahaan komanditer (CV), perseroan terbatas, yayasan dan lain- lain


Read More......

Pelapukan

Pelapukan atau weathering (weather) adalah proses pegerusakan atau penghancuran kulit bumi oleh tenaga eksogen yaitu penghancuran batuan dari bentuk gumpalan menjadi butiran yang lebih kecil bahkan menjadi hancur atau larut dalam air. Apabila kecepatan dari pelapukan batu- batuan itu tidak dapat mengikuti kecepatan runtuhnya lapisan batuan yang lapuk, maka batuan yang asli akan terkupas dan terbuka maka hal inilah yang disebut sebagai denudasi
Pelapukan di setiap daerah berbeda beda tergantung unsur unsur dari daerah tersebut. Misalnya di daerah tropis, yang dipengaruhi oleh faktor cuaca (suhu, curah hujan, kelembaban, atau angin ) dan air sangat dominan, tebal pelapukan dapat mencapai seratus meter, sedangkan daerah sub tropis pelapukannya hanya beberapa meter saja.
Menurut proses terjadinya pelapukan dapat digolongkan menjadi 3 jenis yaitu:
- pelapukan fisik atau mekanik
- pelapukan organis
- pelapukan kimiawi

Penjelasan ketiga jenis tersebut adalah:
Pelapukan fisik atau mekanik.
Pada proses ini batuan akan mengalami perubahan fisik baik bentuk maupun ukuranya tanpa mengalami perubahan kimiawi, pelapukan mekanis atau sering disebut pelapukan fisis bisa disebabkan oleh pemuaian, pembekuan air, perubahan suhu tiba-tiba, atau perbedaan suhu yang sangat besar antara siang dan malam. Proses pelapukannya sendiri berlangsung secara mekanik. Penyebab terjadinya pelapukan mekanik yaitu:
Adanya perbedaan temperatur atau suhu yang tinggi.
Peristiwa ini terutama terjadi di daerah yang beriklim kontinental atau beriklim Gurun di daerah gurun temperatur pada siang hari dapat mencapai 50 Celcius dan pada malam hari mencapai 2 derajat celcius. Pada siang hari bersuhu tinggi atau panas. Batuan menjadi mengembang, pada malam hari saat temperatur turun menjadi sangat rendah (dingin), batuan mengalami penengerutan. Apabila hal itu terjadi secara terus menerus dapat mengakibatkan batuan pecah atau retak-retak.
Pembekuan air di dalam celah batuan
Jika air membeku maka volumenya akan mengembang. Pengembangan ini menimbulkan tekanan, karena tekanan ini batu- batuan menjadi rusak atau pecah pecah. Pelapukan ini terjadi di daerah yang beriklim sedang dengan pembekuan hebat.
Berubahnya air garam menjadi kristal.
Jika air tanah mengandung garam, maka pada siang hari airnya menguapdan garam akan mengkristal. Kristal garam ini tajam sekali dan dapat merusak batuan pegunungan di sekitarnya, terutama batuan karang di daerah pantai.
Pengelupasan

Pelapukan organis (biologis)
Penyebabnya adalah proses organisme yaitu binatang tumbuhan dan manusia, binatang yang dapat melakukan pelapukan antara lain cacing tanah, serangga, semut, maupun bakteri. Dibatu-batu karang daerah pantai sering terdapat lubang-lubang yang dibuat oleh binatang. Pengaruh yang disebabkan oleh tumbuh tumbuhan ini dapat bersifat mekanik atau kimiawi.
Pengaruh sifat mekanik
yaitu berkembangnya akar tumbuh-tumbuhan di dalam tanah yang dapat merusak tanah disekitarnya.
Pengaruh zat kimiawi
yaitu berupa zat asam yang dikeluarkan oleh akar- akar serat makanan menghisap garam makanan. Zat asam ini merusak batuan sehingga garam-garaman mudah diserap oleh akar.
Manusia juga berperan dalam pelapukan melalui aktifitas penebangan pohon, pembangunan maupun penambangan.
Pelapukan kimiawi
Pada pelapukan ini batu batuan mengalami perubahan susunan kimiawi yang umumnya berupa pelarutan. misalnya asam karbonat yang berada dalam batu kapur akan bereaksi menghasilkan kalsium bikarbonat.
H2CO3 + CaCO3 -----> Ca(HCO3)2
Pelapukan kimiawi tampak jelas terjadi pada pegunungan kapur (Karst). Pelapukan ini berlangsung dengan batuan air dan suhu yang tinggi. Air yang banyak mengandung CO2 (Zat asam arang) dapat dengan mudah melarutkan batu kapur (CACO2). Peristiwa ini merupakan pelarutan dan dapat menimbulkan gejala karst yang menimbulkan celah-celah yang arahnya tidak beraturan pada permukaan batuan kapur.
Di Indonesia pelapukan yang banyak terjadi adalah pelapukan kimiawi. Hal ini karena di Indonesia banyak turun hujan. Air hujan inilah yang memudahkan terjadinya pelapukan kimiawi. Gejala atau bentuk - bentuk alam yang terjadi di daerah karst (pegunungan kapur )diantaranya:
Dolina
Dolina adalah lubang lubang yang berbanuk corong. Dolina dapat terjadi karena erosi (pelarutan) atau karena runtuhan. Dolina terdapat hampir di semua bagian pegunungan kapur di Jawa bagian selatan, yaitu di pegunungan seribu. Dolina ini dibagi menjadi 2 macam, yaitu dolina korosi dan dolina terban. Dolina korosi terjadi karena proses pelarutan batuan yang disebabkan oleh air. Di dasar dolin diendapkan tanah berwarna merah (terra rossa). Sedangkan dolina terban terjadi karena runtuhnya atap gua kapur.
Pipa karst
Bentuknya seperti pipa. Gejala ini terjadi karena larutnya batuan kapur oleh air. Karena terjadi proses pelarutan batuan, maka disebut pipa karst korosi. Namun jika terjadi karena tanah terban, pipa karst itu disebut pipa karst terban atau disebut juga yama-type.
Gua dan sungai di dalam Tanah
Di dalam tanah kapur mula-mula terdapat celah atau retakan. Retakan akan semakin besar dan membentuk gua-gua atau lubang-lubang, karena pengaruh larutan.Jika lubang-lubang itu berhubungan, akan terbentuklah sungai-sungai di dalam tanah.
Gua Kapur
Stalaktit
adalah kerucut-kerucut kapur yang bergantungan pada langit-langit gua. Terbentuk tetesan air kapur dari atas gua. Bentuknya biasanya panjang, runcing dan tengahnya mempunyai lubang rambut.
Stalakmit
adalah kerucut-kerucut kapur yang berdiri pada dasar gua.
Bentuknya tidak berlubang, berlapis-lapis, dan agak tumpul
Contoh stalaktit dan stalakmit di Gua tabuhan dan gua Gong di Pacitan, jawa Timur serta Gua jatijajar di Kebumen, Jawa Tengah. Jika stalaktit dan stalakmit bisa bersambung, maka akan menjadi tiang kapur (pillar).
Karren
Di daerah kapur biasanya terdapat celah-celah atau alur-alur sebagai akibat pelarutan oleh air hujan. Gejala ini terdapat di daerah kapur yang tanahnya dangkal. Pada perpotongan celah-celah ini biasanya terdapat lubang kecil yang disebut karren


Read More......

Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara yang tinggi, secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/ distribusi barang. Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan
salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.


Tujuan Kebijakan Moneter
 Menjaga kestabilan Ekonomi
Artinya pertumbuhan arus barang dan jasa seimbang dengan pertumbuhan arus barang dan jasa yang tersedia.

 Menjaga kestabilan Harga
Harga suatu barang merupakan hasil interaksi antara jumlah uang yang beredar dengan jumlah uang yang tersedia di pasar.

 Meningkatkan kesempatan kerja
Pada saat perekonomian stabil pengusaha akan mengadakan investasi untuk menambah jumlah barang dan jasa sehingga adanya investasi akan membuka lapangan kerja baru sehingga memperluas kesempatan kerja masyarakat.

 Memperbaiki neraca Perdagangan Kerja Masyarakat
Dengan jalan meningkatkan ekspor dan mengurangi impor dari luar negeri yang masuk ke dalam negeri atau sebaliknya.

Macam-macam Kebijakan Moneter
 Kebijakan Pasar Terbuka (Open Market Policy)
Yaitu kebijakan pemerintah dengan jalan menjual surat-surat berharga pada saat inflasi dan membeli/ menarik surat-surat berhaga pada saat deflasi. Apabila pemerintah menghendaki menurunkan jumlah uang yang beredar, pemerintah harus menjual obligasi di pasar bebas. Bank Indonesia dalam kebijakan pasar terbuka dengan menngeluarkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Sertifikat Pasar Uang.


 Kebijakan Diskonto (Discount Policy)
Yaitu kebijakan pemerintah dengan jalan menaikkan suku bunga pada saat inflasi dan menurunkan pada saat deflasi, ditunjukkan untuk menaikkan tingkat bunga karena dengan bunga kredit tinggi maka aktivitas ekonomi yang menggunakan dana pinjaman akan tertahan karena modal diskontonya atau discount rate policy (tingkat bunga yang dikenakan pada bank umum atas pinjaman dana yang diberikan), maka jumlah uang yang beredar cenderumg berkurang, begitu sebaliknya.


 Kebijakan Cadangan kas (Cash Ratio Policy)
Yaitu kebijakan pemerintah dengan jalan menaikkan cadangan kas pada saat inflasi dan menurunkan cadangan kas pada saat deflasi, atau bisa juga menaikkan perbandingan antara uang yang beredar dengan uang yan mengendap di dalam kas mengakibatkan kemampuan bank untuk menciptakan kredit berkurang sehingga jumlah uang yang beredar akan berkurang. Cara baru untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar di masyarakat yaitu dengan car amengubah-ubah minimum kas rasio. Bank sentral pada umumnya menentukan anka banding minimum antara uang tunai dengan kewajiban giral bank. Angka banding tersebut biasa disebut minimum cash ratio. Bila pemerintah menurunkan minimum kas rasio, maka dengan uang tunai yang sama bank dapt menciptakan uang lebuih banyak dari jumlah sebelumnya.

 Kebijakan Kredit Ketat
Yaitu kebijakan pemerintah dengan mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara memperketat pemberian kredit, kredit boleh diberikan asal memenuhi syarat 5C, Character, Capability, collateral, capital, dan Condition of economy, tetapi pada saat deflasi syarat dapat dipelonggar. Bank sentral (Bank Indonesia) berusaha mempengaruhi bank-bank umum dalam hal memberikan kredit kepada nasabah melalui berbagai macam peraturan kredit.

 Kebijakan Dorongan Moral (Moral Suasion)
Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.

 Kebijakan Sanering
Yaitu kebijakan memotong nilainominal pada saat inflasi, misalnya Rp 1.000,00 menjadi Rp 1,00

 Kebijakan Devaluasi
Yaitu menurunkan nilai mata uang asing, dengan tujuan mendorong ekspor dan menghambat impor.

 Kebijakan revaluasi
Yaitu kebijakan menaikkan nilai mata uang sendiri terhadap nilai mata uang asing.

Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
1. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar
2. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policu)



Read More......

Sistem Kepercayaan Awal Masyarakat

1. Kepercayaan kepada nenek moyang

Perkembangan system kepercayaan pada masyarakat berawal dari berburu dan mengumpulkan makanan. Namun dalam perkembangannya mereka mulai berdiam lama dan tinggal dalam sutau tempat,misal goa-goa baik di tepi pantai maupun di pedalaman.Pada goa ditemukan sisa budaya mereka yang berupa alat kehidupan.kadang juga ditemukan tulang belulang manusia yang telah dikubur..

Dari hasil penemuan dapat diketahui bahwa pada masa itu orang punya pandangan tertentu pada kematian.Orang juga sudah mengenal penghormatn terakhir pada orang yang sudah meninggal.
Orang punya suatu pandangan bahwa hidup tidak berhenti setelah kematian.Orang meninggal pasti dianggap pergi ke tempat yang lebih baik.Inti kepercayaan pada roh nenek moyang terus berkembang dari zaman ke zaman dan secara umum dilakukan tiap masyarakat dunia.
Pada orang meninggal ada sesuatu yang pergi,sesuatu itu disebut roh.Penguburan kerangka dalam goa termasuk penghormatan terakhir pada orang meninggal.
Berdasar hasil peninggalan budaya,sejak masa bercocok tanamberupa bangunan megalitikum dgnfungsi sebagai tempat pemujaan kepada roh nenek moyang. Disamping itu ditemukan bekal kubur.Pemberian bekal dimaksudkan sbg bekal menuju alam lain.Jadi pengaruh Hindu Budha berpengaruh dalam masyarakat Indonesia.

2. Kepercayaan bersifat Animisme

Animisme merupakan kepercayaan masyarakat pada suatu benda yang memilki ruh atau jiwa.Awal munculnya di dasari oleh pengalaman dari masyarakat.Misal,pada daerah terdapat batu besar.Masyarakat yang lewat disamping batu mendengar orang minta tolong,memanggil-manggil,dll.Peristiwa it uterus berkembang dan masyarakat percaya bahwa batu besar itu punya jiwa atau ruh.
Disamping itu,muncul kepercayaan terhadap benda pusaka yang dipandang punya jiwa atau ruh,sehingga benda tsb dianggap dapat memberi petunjuktentang berbagai hal.
Kepercayaan ini masih berkembang hingga sekarang.Bahkan tidak hanya masyarakat desa melainkan masyarakat kota.Selain itu benda-benda yang dipercaya punya roh yaitu,bangunan gedung tua,candi,pohon besar,dzb

3. Kepercayaan bersifat Dinamisme

Kepercayaan ini memilki perkembangan yang tidak jauh berbeda dari Animisme. Dinamisme merupakan kepercayaan bahwa tiap benda punya kekuatan gaib.Sejak berkembang kepercayaan terhadap nenek moyang pada masa bercocok tanam,maka kepercayaan bersifat dinamisme.Kepercayaan ini didasari pengalaman dari masyarakat bersangkutan.
Pengalaman berkembang turun-temurun dari generasi ke generasio hingga sekarang.Contoh,Batu cincin di nilai memiliki kekuatan untuk melemahkan lawan.Sehingga bila batu itu dipakai,lawannya tidak sanggup mengahadapinya.

Selain itu benda pusaka seperti keris atau tombak dipandang memiliki kekuatan gaib untuk memohon turunnya hujan.Bila keris itu ditancapkan dgn ujung menghadap atas akan mendapat hujan.Kepercayaan ini mengalami perkembangan dan bahkan hingga sekarang tetap dipercaya oleh masyarakat.

4. Kepercayaan bersifat Monomisme

Kepercayaan ini adalah kepercayaan terhadap Tuhan YME.Kepercayaan ini muncul berdasar pengalaman dari masyarakat.Melalui pengalaman itu pola piker manusia berkembang.Manusia jadi berpikir apa yang terjadi pada dirinya,kemudian mempertanyakan tentang siapa yang menghidupkan dan mematikan manusia?siapakah yang menciptakan binatang,bulan dan planet.Pertanyaan inio terus muncul dipikiran manusia,sehingga disimpulkan di luar dirinya ada suatu kekuatan yang maha besar dan tak tertandingi oleh kekuatan manusia.Kekuatan ini berasal dari Tuhan YME.
Manusia percaya bahwa Tuhan YME adl pencipta alam semesta beserta isinya.Jadi manusia wajib melestarikan alam semesta untuk memenuhi kebutuhan hidupnya atau menjaga keseimbangan alam semesta agar menjadi tumpuan hidup manusia.Bukan untuk merusaknya.

Kemampuan membuat Perkakas dan Penguasaan Teknologi.

Kehidupan berburu dan meramu pada tahapawal,penguasaaan manusia terhadap teknologi masih sangat sederhana.Hasil budaya fisik pada saat itu yang berupa alat-alat dari batu oleh para ahli dianggap sbg tahap awal dr manusia menguasai satu bentuk teknologi sederhana yang disebut “Teknologi Peleolitik”.Di Indonesia alat-alat yang terbuat dari batu itu dikelompokkan menjadi 2,yaitu yang pertama kondisi batu inti dan yang kedua tradisi serpih.

Tradisi Batu Inti

Pembuatan alat di tradisi ini dengan cara pemangkasan segumpal batu atau kerakal untuk memperoleh bentuk suatu alat,mislanya kapak perimbas,kapak penetak,pahat genggam,dan kapak genggam awal.

Ciri-Ciri

Kapak Perimbas yaitu tajamnya berbentuk cembung atau lurus dengan memangkas satu sisi pinggiran batu dan kulit batu masih melekat di permukaan.
Kapak Penetak yaitu Tajamnya dibentuk liku-liku dengan cara penyerpihan yang dilakukan berselang-seling pada kedua sisi tajamnya.

Tradisi Batu Serpih

Yaitu alat-alat batu yang dibuat dari serpihan atau pecahan-pecahan batu .

Ketika manusia sudah mengembangkan usaha bercocok tanam dan tinggal menetap,tuntunan terhadap alat-alat penunjang kehidupannya juga mengalami perkembangan masa bercocok tanam kemajuan dimulai dari kemahiran mengasah alat-alat dari batu seperti beliung persegi,kapak lonjong,anak panah dll.
Teknologi pembuatan alat mengalami kemajuan pesat apalagi ketika ditemukan teknik pleburan, pencampuran, penempaan, dan pencentakan logam. Semula jenis-jenis logam seperti besi, tembaga, timah, dan emas dibuat dengan teknik peleburan sederhana, kemudian dengan teknik pencampuran menghasilkan perunggu yang lebih kuat
Melihat alat-alat yang mereka kuasai, kemungkinan mereka sudah mengembangkan transportasi air, seperti rakit dan perahu.


Read More......

Masyarakat Madani

Istilah masyarakat madani dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah civil society pertama kali dikemukan oleh Cicero dalam filsafat politiknya dengan istilah societies civilis yang identik dengan negara. Dalam perkembangannya istilah civil society dipahami sebagai organisasi-organisasi masyarakat yang terutama bercirikan kesukarelaan dan kemandirian yang tinggi berhadapan dengan negara serta
keterikatan dengan nilai-nilai atau norma hukum yang dipatuhi masyarakat.
Bangsa Indonesia berusaha untuk mencari bentuk masyarakat madani yang pada dasarnya adalah masyarakat sipil yang demokrasi dan agamis/religius. Dalam kaitannya pembentukan masyarakat madani di Indonesia, maka warga negara Indonesia perlu dikembangkan untuk menjadi warga negara yang cerdas, demokratis, dan religius dengan bercirikan imtak, kritis argumentatif, dan kreatif, berfikir dan berperasaan secara jernih sesuai dengan aturan, menerima semangat Bhineka Tunggal Ika, berorganisasi secara sadar dan bertanggung jawab, memilih calon pemimpin secara jujur-adil, menyikapi mass media secara kritis dan objektif, berani tampil dan kemasyarakatan secara profesionalis,berani dan mampu menjadi saksi, memiliki pengertian kesejagatan, mampu dan mau silih asah-asih-asuh antara sejawat, memahami daerah Indonesia saat ini, mengenal cita-cita Indonesia di masa mendatang dan sebagainya.
Karakteristik masyarakat madani adalah sebagai berikut :
1. Free public sphere (ruang publik yang bebas), yaitu masyarakat memiliki akses penuh terhadap setiap kegiatan publik, mereka berhak melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan pendapat, berserikat, berkumpul, serta mempublikasikan informasikan kepada publik.
2. Demokratisasi, yaitu proses untuk menerapkan prinsip-prinsip demokrasi sehingga muwujudkan masyarakat yang demokratis. Untuk menumbuhkan demokratisasi dibutuhkan kesiapan anggota masyarakat berupa kesadaran pribadi, kesetaraan, dan kemandirian serta kemampuan untuk berperilaku demokratis kepada orang lain dan menerima perlakuan demokratis dari orang lain. Demokratisasi dapat terwujud melalui penegakkan pilar-pilar demokrasi yang meliputi : (1) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
(2) Pers yang bebas
(3) Supremasi hukum
(4) Perguruan Tinggi
(5) Partai politik
3. Toleransi, yaitu kesediaan individu untuk menerima pandangan-pandangan politik dan sikap sosial yang berbeda dalam masyarakat, sikap saling menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang/kelompok lain.
4. Pluralisme, yaitu sikap mengakui dan menerima kenyataan mayarakat yang majemuk disertai dengan sikap tulus, bahwa kemajemukan sebagai nilai positif dan merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
5. Keadilan sosial (social justice), yaitu keseimbangan dan pembagian yang proporsiaonal antara hak dan kewajiban, serta tanggung jawab individu terhadap lingkungannya.
6. Partisipasi sosial, yaitu partisipasi masyarakat yang benar-benar bersih dari rekayasa, intimidasi, ataupun intervensi penguasa/pihak lain, sehingga masyarakat memiliki kedewasaan dan kemandirian berpolitik yang bertanggungjawab.
7. Supremasi hukum, yaitu upaya untuk memberikan jaminan terciptanya keadilan. Keadilan harus diposisikan secara netral, artinya setiap orang memiliki kedudukan dan perlakuan hukum yang sama tanpa kecuali.
Adapun yang masih menjadi kendala dalam mewujudkan masyarakat madani di Indonesia diantaranya :
1. Kualitas SDM yang belum memadai karena pendidikan yang belum merata
2. Masih rendahnya pendidikan politik masyarakat
3. Kondisi ekonomi nasional yang belum stabil pasca krisis moneter
4. Tingginya angkatan kerja yang belum terserap karena lapangan kerja yang terbatas
5. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak dalam jumlah yang besar
6. Kondisi sosial politik yang belum pulih pasca reformasi
Oleh karena itu dalam menghadapi perkembangan dan perubahan jaman, pemberdayaan civil society perlu ditekankan, antara lain melalui peranannya sebagai berikut :
1. Sebagai pengembangan masyarakat melalui upaya peningkatan pendapatan dan pendidikan
2. Sebagai advokasi bagi masyarakt yang “teraniaya”, tidak berdaya membela hak-hak dan kepentingan mereka (masyarakat yang terkena pengangguran, kelompok buruh yang digaji atau di PHK secara sepihak dan lain-lain)
3. Sebagai kontrol terhadap negara
4. Menjadi kelompok kepentingan (interest group) atau kelompok penekan (pressure group)
5. Masyarakat madani pada dasarnya merupakan suatu ruang yang terletak antara negara di satu pihak dan masyarakat di pihak lain. Dalam ruang lingkup tersebut terdapat sosialisasi warga masyarakat yang bersifat sukarela dan terbangun dari sebuah jaringan hubungan di antara assosiasi tersebut, misalnya berupa perjanjian, koperasi, kalangan bisnis, Rukun Warga, Rukun Tetangga, dan bentuk organisasi-organsasi lainnya.
c. Rangkuman Materi 2
1. Mayarakat madani (civil society) dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang beradab dalam membangun, menjalani, dan mamaknai kehidupannya.
2. Masyarakat madani akan terwujud apabila suatu masyarakat telah menerapkan prinsip-prinsip demokrasi dengan baik.
3. Karakteristik masyarakat madani adalah :
(1) Free public sphere (ruang publik yang bebas)
(2) Demokratisasi
(3) Toleransi
(4) Pluralisme
(5) Keadilan sosial (social justice)
(6) Partisipasi sosial
(7) Supremasi hukum



Read More......

Urut-uratane tembang Jawa

Posted by prabu in Budaya Jawa.
trackback
1. Maskumambang :
Gambarake jabang bayi sing isih ono kandhutane ibune, sing durung kawruhan lanang utawa wadhon, Mas ateges durung weruh lanang utawa wadhon, kumambang ateges uripe ngambang nyang kandhutane ibune.

2. Mijil :
ateges wis lair lan jelas priya utawa wanita.
3. Kinanthi
saka tembung kanthi utawa tuntun kang ateges dituntun supaya bisa mlaku ngambah panguripan ing alam ndonya.
4. Sinom
tegese kanoman, minangka kalodhangan sing paling penting kanggone remaja supaya bisa ngangsu kawruh sak akeh-akehe.
5. Asmaradana
tegese rasa tresna, tresna marang liyan ( priya lan wanita lan kosok baline ) kang kabeh mau wis dadi kodrat Ilahi.
6. Gambuh
saka tembung jumbuh / sarujuk kang ateges yen wis jumbuh / sarujuk njur digathukake antarane priya lan wanita sing padha nduweni rasa tresna mau, ing pangangkah supaya bisaa urip bebrayan.
7. Dandanggula
Nggambarake uripe wong kang lagi seneng-senenge, apa kang digayuh biso kasembadan. Kelakon duwe sisihan / keluarga, duwe anak, urip cukup kanggo sak kaluarga. Mula kuwi wong kang lagi bungah / bombong atine, bisa diarani lagu ndandanggula.
8. Durma
Saka tembung darma / weweh. Wong yen wis rumangsa kacukupan uripe, banjur tuwuh rasa welas asih marang kadang mitra liyane kang lagi nandhang kacintrakan, mula banjur tuwuh rasa kepengin darma / weweh marang sapadha - padha. Kabeh mau disengkuyung uga saka piwulange agama lan watak sosiale manungsa.
9. Pangkur
Saka tembung mungkur kang ateges nyingkiri hawa nepsu angkara murka. Kang dipikir tansah kepingin weweh marang sapadha - padha.
10.Megatruh
Saka tembung megat roh utawa pegat rohe / nyawane, awit wis titi wancine katimbalan marak sowan mring Sing Maha Kuwasa.
11.Pocung / Pucung
Yen wis dadi layon / mayit banjur dibungkus mori putih utawa dipocong sak durunge dikubur.



Read More......

Zaman Batu

Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Zaman batu ini dapat dibagi lagi atas:
1. Zaman Paleolitikum
2. Zaman Mesolitikum

3. Zaman Neolitikum
4. Zaman Megalitikum
Dan sekarang saya akan membahas lebih lanjut tentang Zaman Paleolitikum (Zaman Batu Tua). :t
Zaman batu tua (Paleolitikum) Disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya periode ini disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Erectus yang terdiri. Zaman batu tua bias disebut paleozoikum. Paleozoikum atau sering pula disebut sebagai zaman primer atau zaman hidup tua berlangsung selama 340 juta tahun. Makhluk hidup yang muncul pada zaman ini seperti mikro organisme, ikan, ampibi, reptil dan binatang yang tidak bertulang punggung.
Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang masih kasar dan belum dihaluskan. Contoh alat-alat tersebut adalah :
• Kapak Genggam, banyak ditemukan di daerah Pacitan. Alat ini biasanya disebut "Chopper" (alat penetak/pemotong)
• Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa : alat penusuk (belati), ujung tombak bergerigi
• Flakes, yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon,yang dapat digunakan untuk mengupas makanan.
Alat-alat dari tulang dan Flakes, termasuk hasil kebudayaan Ngandong. Kegunaan alat-alat ini pada umumnya untuk : berburu, menangkap ikan, mengumpulkan ubi dan buah-buahan. Berdasarkan daerah penemuannya maka alat-alat kebudayaan Paleolithikum tersebut dapat dikelompokan menjadi :
• Kebudayaan Pacitan
• Kebudayaan Ngandong

Manusia pendukung kebudayaan
 Pacitan : Pithecanthropus dan
 Ngandong : Homo Wajakensis dan Homo soloensis.

Ciri-ciri Zaman Paleolitikum adalah :
1. Jenis Manusia
Berdasarkan penemuan fosil manusia purba, jenis manusia purba hidup pada zaman Paleolitikum adalah Pithecanthropus Erectus, Homo Wajakensis, Meganthropus paleojavanicus, dan Homo Soliensis. Fosil ini ditemukan di aliran sungai Bengawan Solo.
2. Kebudayaan
a. Kebudayaan Pacitan
Pada tahun 1935, von Koenigswald menemukan alat batu dan kapak genggam di daerah Pacitan.Kapak genggam itu berbentuk kapak,tetapi tidak bertangkai. Kapak ini masih dikerjakan dengan sangat kasar dan belum dihaluskan.
Para ahli menyebutkan bahwa kapak itu adalah kapak penetak.Selain di Pacitan alat-alat banyak ditemukan di Progo dan Gombong (Jawa Tengah), Sukabumi (Jawa Barat), dan Lahat (Sumatera Utara)
b. Kebudayaan Ngandong
Para ahli berhasil menemukan alat-alat dari tulang,kapak genggam, alat penusuk dari tanduk rusa dan ujung tombak bergigi di daerah Ngandong dan Sidoarjo.
Selain itu di dekat Sangiran ditemukan alat sangat kecil dari betuan yang amat indah. Alat ini dinamakan Serbih Pilah, dan banyak ditemukan di Cabbenge (Sulawesi Selatan) yang terbuat dari batu-batu indah seperti kalsedon.
Kebudayaan Ngandong juga didukung oleh penemuan lukisan pada dinding goa seperti lukisan tapak tangan berwarna merah dan babi hutan ditemukan di Goa Leang PattaE (Sulawesi Selatan)

Read More......

Kemampuan Membuat Perkakas dan Penguasaan Teknologi

Kehidupan berburu dan meramu pada tahap awal, penguasaan manusia terhadap teknologi masih sangat sederhana. Hasil budaya fisik pada saat itu yang berupa alat- alat dari batu, oleh para ahli dianggap sebagai tahap awal dari manusia menguasai satu bentuk teknologi sederhana yang disebut teknologi Paleolitik.

Di Indonesia alat- alat yang terbuat dari batu itu dikelompokkan menjadi 2, yaitu:
→ Tradisi batu inti
→ Tradisi Serpih

 Tradisi Batu Inti
Adalah Pembuatan di tradisi ini dengan pemangkasan segumpal batu atau kerakal untuk mendapatkan peralatan atau senjata yang serbaguna dan serba ada.
Contoh :Kapak Perimbas,Kapak Penetak,Pahat Genggam,dll.

 Tradisi Batu Serpih
Adalah tradisi dimana alat-alat batu dibuat dari serpihan atau pecahan-pecahan batu.Tradisi ini berkembang pada masa berburu dan meramu,tingkat awal bentuk alat-alat ini masih sangat sederhana.Ketika manusia menetap di goa tradisi ini penting dalam kehidupan sehari-hari.

 Penguasaan Teknologi
Teknologi pembuatan alat mengalami kemajuan pesat apalagi ketika ditemukannya teknik peleburan, pencampuran, penempaan dan percetakan logam. Ini dibuktikan dengan ditemukannya alat-alat dari perunggu.Pada masa bercocok tanam dan tinggal menetap, manusia sudah menguasai pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan usaha pertanian mereka. Pengairan sudah mereka kuasai begitu juga pengetahuan mengenai iklim.

Melihat alat yang mereka kuasai terutama kapak, kemungkinan mereka juga sudah mengembangkan transportasi air. Semula alat transportasi yang digunakan adalah rakit dan berkembang menjadi perahu hingga sekarang dan menjadi semakin modern.



Sistem Kepercayaan

Kepercayaan pada zaman dahulu dibagi menjadi 4 macam:
→ Kepercayaan kepada roh nenek moyang
→ Kepercayaan bersifat Animisme
→ Kepercayaan bersifat Dinamisme
→ Kepercayaan bersifat Toteisme
→ Kepercayaan bersifat Monoisme

 Roh Nenek Moyang
Pada masa manusia mulai tinggal di goa-goa ditemukan sisa-sisa kebudayaan dan seringkali ditemukan tulang belulang manusia yang telah dikuburkan.Dari hal itu diketahui bahwa orang sudah mempunyai pandangan tertentu mengenai kematian dan sudah mengenal penghormatan orang yang sudah meninggal.

Orang mulai memiliki pandangan bahwa hidup tidak berhenti namun pergi ke suatu tempat yang lebih baik dan diyakini roh-roh itu dapat dihubungi oleh orang yang masih hidup.

 Animisme
Animisme merupakan kepercayaan masyarakat pada suatu benda yang memilki roh atau jiwa. Awal munculnya didasari dari berbagai pengalaman dari masyarakat yang bersangkutan. Kepercayaan seperti ini masin terus berkembang sampai saat ini. Bahkan bukan hanya berkembang di daerah pedesaan tapi juga dikota, Misalnya :
→ Kepercayaan terhadap batu
→ Keris
→ Tombak
→ Pohon besar
→ Gedung tua

 Dinamisme
Dinamisme merupakan kepercayaan bahwa tiap benda punya kekuatan gaib. Sejak berkembang kepercayaan terhadap nenek moyang pada masa bercocok tanam, maka berkembang pula kepercayaan dinamisme. Dan kepercayaan ini didasari pengalaman dari masyarakat bersangkutan. Kepercayaan ini sampai sekarang juga masih tetap dipercaya sama seperti “ Animisme”.Jadi bisa disimpulkan Animisme sama dengan Dinamisme
Misal :
→ Kepercayaan terhadap cincin
→ Keris / tombak

 Monoisme
Kepercayaa ini adalah kepercayaan terhadap Tuhan YME. Kepercayaan ini muncul berdasar pengalaman dari masyarakat. Melalui pengalaman itu pola pikir manusia berkembang.

Timbul pertanyaan di dalam diri manusia mengenai siapa yang menghidupkan dan mematikan manusia, tumbuhan , hewan dan yang menciptakan alam semesta. Sehingga muncul kesimpulan bahwa : diluar dirinya ada suatu kekuatan yang maha besar dan tidak tertandingi oleh kekuatan manusia yaitu “ TUHAN YANG MAHA ESA” .

 Toteisme
Kepercayaan atas dasar keyakinan bahwa binatang-binatang tertentu merupakan nenek moyang suatu masyarakat atau orang-orang tertentu.

Binatang yang dianggap nenek moyang antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya berbeda. Dan biasanya binatang yang dianggap nenek moyang itu tidak boleh diburu dan dimakan kecuali, untuk keperluan upacara tertentu.



Read More......